Minggu, 05 April 2015

Hikmah 259 Fikiran yang bisa mendekatkan diri kepada Allah





Dede Priatna
الفكرة فكرتان فكرة تصديق وإيمان وفكرة شهود وعيان

فالأولى لأرباب الاعتبار والثانية لأرباب الشهود والاستبصار

"Fikiran dibagi menjadi dua, fikiran yang timbul dari tashdiq dan iman, dan fikiran yang tumbuh dari menyaksikan Allah dan membuktikan wujudNya, yang pertama buat orang-orang yang mempunyai pertimbangan sedangkan yang kedua bagi orang-orang yang mempunyai persaksian kepada Allah dan penglihatan dengan menggunakan hati".


A. Penjelasan.

Dalam hikmah ini, Ibnu Athoillah menerangkan tentang perjalanan orang-orang yang ingin taqorub (mendekatkan diri) kepada Allah subhanahu wata'ala. Perjalanan tersebut dibagi menjadi dua, salikun dan madzdub.

Salikun ialah orang-orang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wata'ala dengan cara berangan-angan tentang ciptaanNya dan berusaha untuk bias mendekatkan diri kepadaNya. Jika keadaan ini diteruskan, maka akan menemukan atsar pada dirinya tentang tafakur tersebut, dan mereka bias sampai pada derajat ma'rifat kepada Allah.

Madzdub ialah orang-orang yang telah diberi keanugerahan oleh Allah yang tidak bias dimiliki orang banyak. Mereka bias melihat langsung kepadaNya melalui mata hati yang dimilikinya, dan bias menyaksikan kepadaNya tanpa memikirkan ciptaanNya secara mendalam, terkadang keadaan mereka bisa melupakan pekerjaan yang berhubungan dengan duniawi.

Allah memberikan keterbukaan dalam hati orang yang madzdub tanpa berfikir atau berangan-angan dahulu. Keadaan ini bias memberikan kepada hati mereka kesenangan tentang sang pencipta dan tahu tentangNya. Tetapi madzdub dan salikun sama-sama diturunkan ke Alam dunia ini, yang akhirnya mereka akan mendapatkan derajat yang sama dihadapan Allah dengan perjalanan yang berbeda.

B. Perjalanan salikun dan madzdub.

Alam semesta merupakan tempat berteduh bagi makhluq Allah, baik yang berada di lur angkasa maupun di dunia ini, dan disana pulalah makhluq tersebut bisa mencari rezeqi untuk kehidupannya. Disamping itu dialam tersebut antara makhluq yang satu dengan lainnya ada saling membutuhkan. Ini semua bertujuan untuk saling membantu dalam segi apapun terutama bagi manuisa.

Hal ini menjadikan sebuah pekerjaan bagi seorang hamba Allah untuk bisa tambah imannya jika dia mau berangan-angan atas ciptaan Allah subhanahu wata'ala seperti diatas, karena dalam ciptaan tersebut mengandung kekuasaan Nya. Dan akan terbuka juga sifat-sifat yang wajib diketahui oleh makhluqNYa.

Jika seorang hamba sudah melaksanakan seperti ini, maka akan bertambah keimanannya dan mempunyai kemantapan pada hatinya tentang wajud Allah san sifat-sifatNya. Ini merupakan perjalanan yang dilakukan oleh orang-orang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah. Dengan metode seperti ini, Ibnu Atho'illah memberikan nama terhadap hamba tersebut dengan sebutan salikun.

Sedangkan madzdub, tanpa berangan-angan terhadap ciptaan Allah subhanahu wata'ala, langsung bisa menyaksikan Nya dalam hati dan senang tentang Nya. Ini semua merupakan anugerah yang diberikan Allah kepada hambaNya, karena dalam diri hamba tersebut tidak mempunyai rasa takabur (sombong) kepadaNya. Dalam hal ini, dia mendapatkan derajat disisi Allah dengan sebutan Wahdatussyuhud.

Dia melakukan ma'siat atau sesuatu yang bias dibenci Allah, bukan karena menantang perintahNya. Tetapi kelemahan dan ketidak kuasaan untuk meninggalkan ma'siat yang dilakukannya, dan akhirnya dia akan mengembalikan semuanya kepada sang kholiq. Ini adalah perjalanan seorang madzdub yang telah dipilih oleh Allah untuk bisa dekat dengan Nya.

Keadaan seperti ini, akan menimbulkan kedengkian pada seorang hamba yang tidak diberi oleh sang kholiq tentang perjalanan yang kedua. Tetapi jika hamba tersebut banyak bertafakur tentang keadaan tersebut, maka dia akan mengetahui tentang tujuan Allah yang sebenarnya. Hal itu akan tumbuh pada dirinya dengan mengetahui bahwasanya semua budi pekerti yang dimiliki manusia adalah haq progresif Nya, Sedangkan manusia tidak akan bias menetang Nya, walaupun dengan kekutaan yang sangat penuh.

Seorang hamba yang masih manjalankan pada tingkatan pertama tidak boleh meniru seorang hamba yang sudah masuk pada tingkatan kedua, karena dia tidak akan mampu untuk mengikuti jejak hamba tersebut, dan juga merupakan anugerah Allah yang telah diberikan kepadanya.

Kalau dipandang secara kebiasaan yang sering dilakukan oleh makhluq Allah tersebut, maka kebanyakan dari mereka tidak akan menerima tentang keadaan seorang hamba yang diberi keanugerahan oleh Allah seperti diatas. Karena hal tersebut diluar jangkauannya.

Mu'jizat adalah salah satu contoh dalam pembahsan ini. Disamping itu karomah dan ma'unah yang diberikan kepada kekasih Allah untuk meneguhkan hati seseorang yang tidak tahu tentang kekuasaan Nya.

C. Dalil

a. Firman Allah

إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا فَأَمَّا الَّذِينَ آَمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلًا يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ (26) (البقرة2/26)

Artinya : "Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?." Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik. (Q.S. Al-Baqoroh : 26).

Lalat, semut, tinggi (red. jawa) dan binatang yang paling kecil merupakan tanda kekuasaan Allah. Dan tidak akan ada seorangpun yang bias membuat hewan yang diciptakan-Nya. Ayat ini menunjukan kekuasaanNya.

شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ (13) ( الشورى42/13)

Artinya : "Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). (Q.S. As-Syura' : 13).

Kebiasaan yang dilakukan seorang hamba merupakan suatu yang lazim dan tidak asing dikalangan orang lain, tetapi terkadang Allah menjadikan seseorang berbeda dari kebiasaannya. Hal ini menunjukan segala sesuatu adalah milik Allah, dan Allahlah yang berhak memilih dan berkehendak, seperti ayat disini.

ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ (4) (الجمعة 62/4)

Artinya : "Demikianlah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang besar". (Q.S.Al-Jum'ah : 4).

Ayat ini menunjukan, segala sesuatu yang dimiliki oleh seorang hamba baik dari segi kemuliaan, ilmu yang bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT, merupakan anugerah yang diberikan Allah kepada hamba-Nya.

D. Aplikasi

Allah menjadikan makhluq didunia ini bermacam-macam dari segi bentuk, sifat, ataupun bahasa. Hal ini yang menjadikan Dia menyuruh kepada hambaNya untuk banyak bertafakur atas ciptaanNya, supaya bias meningkatkan iman kepadaNya.

Seperti semut kecil atau tinggi (red. Jawa) Allah menjadikan binatang tersebut bisa menggigit manusia, dan hal tersebut merupakan rezeqi yang dimilikinya. Tetapi Allah menjadikan hikmah dibalik semua itu, gigitan binatang tersebut bisa menegluarkan darah kotor dari jasad manusia.

Nyamuk juga merupakan makhluq yang mempunyai hikmah dibalik ciptaanNya, padahal binatang tersebut dipandang secara dlohir, gigitannya sangat membahayakan manusia karena dengan gigitan tersebut telah membawa penyakit yang dinamakan dengan demam berdarah.

Tetapi Allah menjadikannya hikmah pada binatang tersebut. Jika tidak ada nyamuk yang berkeliaran disekililing menusia, maka sebagian makhluq Allah yang mempunyai aqal tersebut akan kesulitan dalam mencari ekonomi untuk kehidupannya.

Di karenakan nyamuk yang selalu menggit manusia, perlu ada pembasmi yang bias menghancurkannya. Sedangkan pembasmi tersebut perlu pengolahan yang memerlukan biaya yang akan dijual belikan dipasaran untuk kemaslahatan manusia. Ini merupakan berkah dari nyamuk yang diciptakanNya.

Disamping itu juga, Allah menjadikan pada bintang yang bertaring tersebut, sebuah senjata yang bisa menghirup bau manusia untuk digigitnya walaupun jarak yang ditempuh sangat jauh, dan dia tahu tentang mana yang perlu disuntik atau digigit dan tidak.

Tetapi hal ini, akan berbeda dengan orang yang sedang memperbaiki jam, dia akan kesulitan dalam memperbaiki jam yang kecil dibandingkan dengan jam yang besar, karena unsur-unsur yang ada dijam kecil tersebut sangan sulit sekali untuk dilihat dan diterpkan, berbeda dengan jam yang besar.

Semua ini merupakan kekuasaan Allah subhanahu wata'ala yang tidak akan bisa di tiru oleh manusia ataupun makhluq lain, karena semua itu merupakan makhluq yang diciptakanNya. Sedangkan segala sesuatu yang diciptakan Nya akan kesuliatan untuk bisa menirukannya.

Dalam pembahsan diatas, Ibnu Atho'illah menerangkan tentang orang yang langsung bisa syuhud (menyaksikan Allah dalam hati) atau bisa disebut dengan madzdub. Banyak sekali kejadian yang bisa menimbulkan heran pada diri manusia. Dan hal itu merupakan kejadian yang berada diluar kebiasaan mereka.

Seperti keadaan di pondok pesantern yang diprioritaskan untuk mencari ilmu syari'at. Kebanyakan dari mereka setelah menyelesaikan belajarnya dari tempat ini akan mendapatkan gelara seorang tokoh agama atau bisa dikatakan dengan nama kiyai (red. jawa). Jika orang tersebut bersungguh-sungguh dalam belajar ditempat tersebut.

Tetapi kejadian tersebut akan menjadi heran. Jika salah satu dari mereka mendapatkan gelar seperti diatas kelak dirumah, keheranan tersebut terjadi atas orang yang belajar tetapi tidak dengan sungguh-sungguh atau sama sekali tidak pernah belajar.

Semua ini tidak bias diprediksi oleh siapapun dan tidak boleh membuat hukum sendiri yang bisa mengakibatkan su'u dzon (berburuk sangka) kepada Allah. Dan ini merupakan kehendak Allah yang tidak bisa dibantah oleh siapappun. Dibalik semua itu ada tujuan yang bisa membangkitkan seorang hamba untuk bias mendekatkan diri kepada Allah, dengan selalu menetap di pondok tidak cepat mukim yang nantinya akan selalu berhubungan dengan masyarakat dan hal ini pasti akan membutuhkan obat yang bias diaplikasikan kedalam hati.

E. Bukti sejarah.

Waliyullah (kekasih Allah) mempunyai perjalanan yang sangat panjang dalam mencari jati dirinya untuk bias dekat dan menyaksikan-Nya dalam hati. Sebagian dari mereka, ada yang diberi langsung oleh Allah bisa syuhud (menyaksikan dalam hati) kepada-Nya. Dan juga ada yang melalui tafakur kepada-Nya, kemudian Allah memberikan keterbukaan dalam hati- Nya untuk bisa syuhud kepada -Nya.

Fudail bin iyad adalah salah satu dari kekasih Allah dengan melalui perantara kedua. Beliau bisa menjadi kekasih-Nya karena telah mendengar ayat yang menerangkan tentang perintah untuk berhenti menjalankan maksiat kepada Allah. Hal ini juga terjadi kepada Abdullah bin Mubarok.

Maksiat yang telah dilakukan oleh para kekasih Allah seperti diatas merupakan maksiat yang bukan karena sombong terhadap Allah. Akan tetapi maksiat tersebut yang bisa menyebabkan dekat dengan Allah. Disamping itu Allah juga memberikan kekayaan yang melimpah kepada orang yang durhaka dan sombong, yang akhirnya Allah memilih orang tersebut menjadikan kekasih-Nya.

Misalnya Bisyr bin Harist, Hal ini terjadi ketika ada orang yang sedang berbincang-bincang membicarakan tentang masalahnya didepan rumahnya, salah satu dari mereka berkata: siapakah orang yang mempunyai rumah ini, apakah seorang budak atau orang yang benar-benar kaya. Kemudian salah satunya lagi menjawab: kamu tidak tahu, dia adalah orang yang paling kaya tidak ada yang menyaingi, lihatlah rumahnya, kendaraannnya, dan lain-lain merupakan bukti kekayaannya.

Akhirnya pertanyaannya seorang hamba sampai pada Bisyr bin Harist orang yang paling kaya, setelah mendengarkan pertanyaan tersebut beliau langsung sadar atas kekayaan yang dimilikinya dan keangkuhan terhadap orang lain. Karena perkataan seorang hamba yang diuraikan dengan pertanyaan tersebut membuat dia bisa berfikir.

Manusia diciptakan oleh Allah tidak lain hanyalah untuk beribadah kepada-Nya, dan menjadi hamba-Nya. Kekayaan, kehormatan dan kemuliaan merupakan pemberian dari Allah SWT. Oleh karena itu tidak layak , jika seorang hamba memiliki berbudi pekerti sombong, angkuh, dan kikir terhadap orang lain. Karena berbudi pekerti sombong, angkuh dan kikir itu tidak disenangi Allah Swt, Setelah beliau berangan-angan tentang hal tersebut, semua harta yang dimilikinya ditinggalkan dan akhirnya beliau menjadi orang yang zuhud, tidak lama kemudian beliau menjadi kekasih Allah SWT.

Sabtu, 04 April 2015

Makhluk yang Paling Mulia menurut Rasulullah




Suatu hari Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bertanya: "siapakah hamba ALLAH yang mulia?"

Para sahabat menjawab:"Para Malaikat yaa Rasulullah,dan tentulah para Nabi,merekalah yang mulia".

Rasulullah tersenyum lalu berkata:"ya,mereka mulia tapi ada yang lebih mulia".

Para sahabat terdiam lalu berkata:"adakahkami yg mulia itu, yaa Rasulullah?"

Rasulullah berkata: "tentulah kalian mulia, kalian dekat denganku, kalian membantu perjuanganku, tetapi bukan kalian yg Aku maksudkan..

Rasulullah lalu menundukkan wajahnya, Sang Baginda
meneteskn air mata sehingga membasahi pipi dan janggutnya
lalu berkata...

"Wahai sahabatku,mereka adalah manusia-manusiayang lahir jauh
setelah wafatnya aku,mereka terlalu mencintai ALLAH & tahukah
kalian..mereka tak pernah melihatku, mereka hidup tidak dekat denganku seperti kalian, tetapi mereka sangat rindu kepadaku & saksikanlah wahai sahabatku bahwa AKU SANGAT RINDU PADA MEREKA... MEREKALAH UMMATKU! "

Subhaanallaah...

Apakah anda Rindu Kepada Rasulullah SAW ?

Ya Allah ..
Pertemukanlah kami dengan Rasalullah SAW Di Akhirat Nanti. Aamiin

Jumat, 03 April 2015

Berbagi 10

Top 10 Terbaru

10 Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan


Berbagi 10 - Bulan Suci Ramadhan merupakan bulan yang paling dinantikan oleh orang – orang mukmin, kepergian bulan Ramadhan jauh lebih disesalkan daripada kepulangan seorang tamu mulia yang berlalu pergi. Tak heran bilamana para salaf dahulu berdoa jauh – jauh hari sebelum Ramadhan datang :

" Yaa Allah, pertemukanlah aku dengan Ramadhan, dan pertemukanlah Ramadhan denganku, dan jadikan amal ibadahku pada bulan mulia itu diterima disisi Mu "
Sekilas kita bertanya – tanya, " apa sih keutamaan bulan Ramadhan dibandingkan bulan – bulan yang lain ? " dalam postingan kali ini, akan kami sebutkan sedikitnya sepuluh keutamaan bulan Ramadhan, meskipun sebenarnya banyak sekali keutamaan bulan yang mulia ini yang telah disebutkan oleh para ulama. Yang kami harapkan bisa bermanfaat bagi kita semua.

Bulan Ramadhan

Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan

1 – Al Qur’an Diturunkan Pada Bulan Ramadhan

Allah ta’ala berfirman :
“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan ) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda ( antara yang hak dan yang bathil )“ ( Al Baqarah : 185 )

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata ( Allah ta’ala memuji bulan bulan Puasa diantara bulan – bulan lainnya, dengan memilih bulan tersebut ( sebagai waktu ) diturunkannya Al Qur’an ) lihat Tafsir Ibnu Katsir 1 / 282

“Karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir ( di negeri tempat tinggalnya ) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan ( lalu ia berbuka ), Maka ( wajiblah baginya berpuasa ), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur “ ( Al Baqarah : 185 )

Syaikh Shalih Al Fauzan hafidzahullah berkata ( dalam ayat yang mulia ini Allah menyebutkan 2 keutamaan bulan Ramadhan: ……………. Yang kedua adalah dengan diwajibkannya puasa Ramadhan atas umat ini, sebagaimana firman Allah “ karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir ( di negeri tempat tinggalnya ) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, “ ) lihat ithaaful Iman bi Duruus Syahri Ramadhan hal. 15

3. Pintu Langit Dibuka Sedangkan Pintu – Pintu Neraka Ditutup

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

إذا دخل شهر رمضان فتحت أبواب السماء و غلقت أبواب جهنم و سلسلت الشياطين

“Apabila telah datang bulan Ramadhan, pintu – pintu langit dibuka, sedangkan pintu – pintu neraka akan ditutup, dan setan dibelenggu“ ( diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim )

4. Diampuninya Dosa – Dosa Di Bulan Itu

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

من صام رمضان إيماناً واحتساباً غُفر له ما تقدم من ذنبه

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa – dosanya yang telah lalu“ ( diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim )

Dalam hadits lain beliau bersabda :

رغم أنف رجل دخل عليه رمضان ثم انسلخ قبل أن يغفر له

“Celakalah seseorang, ia memasuki bulan Ramadhan kemudian melaluinya sedangkan dosanya belum diampuni “ ( diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ahmad )

5. Dilipat Gandakan Pahala Pada Bulan Ramadhan

Rasulullah shallallah alaihi wa sallam bersabda :

عمرة في رمضان تعدل حجة

“Pahala umrah pada bulan Ramadhan menyamai pahala ibadah haji“ ( diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim ), Dalam riwayat Muslim disebutkan “……..menyamai pahala ibadah haji bersamaku“

Ibnu Rajab rahimahullah berkata ( Abu Bakr bin Abi Maryam menyebutkan bahwa banyak guru – gurunya yang berkata : apabila telah dating bulan Ramadhan maka perbanyaklah berinfaq, karena infaq pada bulan Ramadhan dilipat gandakan bagaikan infaq fi sabilillah, dan tasbih pada bulan Ramadhan lebih utama daripada tasbih di bulan yang lain )

6. Lailatul Qadr Ada Di Bulan Ramadhan

Lailatul Qadr ( malam kemuliaan ) adalah suatu malam yang ada pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, yang mana malam tersebut memiliki banyak sekali barakah dan kemuliaan, bahkan satu malam tersebut lebih baik dari seribu bulan.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar“ ( Al Qadr : 1-5 )

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

إن هذا الشهر قد حضركم و فيه ليلة خير من ألف شهر من حرمها فقد حرم الخير كله

“Sesungguhnya bulan (Ramadhan) telah dating kepada kalian, di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan, barang siapa yang tidak mendapatinya maka ia telah kehilangan banyak sekali kebaikan“ ( diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan dihasankan oleh Al Mundziry )

7. Disyareatkannya I’tikaf Di Bulan Ramadhan

“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu.

Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, Yaitu fajar. kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, Maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa “ ( Al Baqarah : 187 )
Anas radhiallahu anhu berkata :

“Adalah Nabi shallallahu alaihi wa sallam beri’tikaf pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan, sampai beliau wafat, kemudian istri – istri beliau pun beri’tikaf setelahnya“ ( diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim )

8. Puasa Ramadhan Salah Satu Sebab Masuk Surga

Pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ada dua orang dari bani Qudha’ah yang masuk islam, kemudian salah seorang dari mereka mati syahid, sementara yang satunya wafat setahun kemudian, salah seorang sahabat bernama Thalhah bin Ubaidillah radhiallahu anhu berkata : aku bermimpi melihat surga, lalu aku melihat orang yang wafat setahun kemudian tersebut masuk surga sebelum orang yang mati syahid, akupun terheran – heran, maka tatkala pagi hari aku memberitahu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, beliaupun bersabda :

أليس قد صام بعده رمضان و صلى ستة آلاف أو كذا و كذا رعكة صلاة سنة

“Bukankah setelah itu ( dalam waktu setahun ) ia berpuasa Ramadhan, shalat enam ribu rakaat atau shalat sunnah beberapa rakaat?“ ( diriwayatkan oleh Ahmad dan dishahihkan oleh Albani )


9. Bulan Ramadhan Bulan Ibadah Dan Amal Kebaikan

Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda :

من قام رمضان إيمانا و احتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“Barangsiapa yang berdiri shalat pada bulan Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala maka akan diampuni dosa – dosanya yang telah lalu“ ( diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim )

Inilah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, apabila telah memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, beliau mengencangkan sarung beliau, menghidupkan malam Ramadhan, dan membangunkan keluarganya.

Inilah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, beliau adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi apabila datang bulan Ramadhan.

10. Bulan Ramadhan Adalah Bulan Penuh Berkah, Rahmat, Dan Mustajabnya Doa

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

أتاكم رمضان شهر مبارك

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh berkah“ ( diriwayatkan oleh An Nasai dan dishahihkan oleh Albani )

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

إذا دخل شهر رمضان فتحت أبواب الرحمة و غلقت أبواب جهنم و سلسلت الشياطين

“Apabila telah masuk bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu – pintu rahmat, sedangkan pintu – pintu neraka jahannam ditutup, dan setanpun dibelenggu“ ( diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dan ini adalah lafadz Muslim )

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

إن لكل مسلم في كل يوم و ليلة – يعني في رمضان – دعوة مستجابة

“Sesungguhnya setiap muslim pada tiap siang dan malam hari – pada bulan Ramadhan – memiliki doa yang mustajab“ ( diriwayatkan oleh Al Bazzar dan dishahihkan oleh Albani )

Demikian sedikit informasi mengenai keutamaan Ramadhan yang bisa kami sajikan. Semoga amal ibadah kami diterima. Amin
Lihat juga: 10 Cara Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Kecantikan Wanita Itu Bernama Pengabdian

Kecantikan Wanita Itu Bernama Pengabdian

Ketika seorang wanita memasuki gerbang pernikahan, maka kehidupan "normalnya" akan sedikit mengalami perubahan. Bagi yang sebenarnya belum siap, maka seiring dengan berjalannya waktu,mereka akan merasa bahwa banyak hal yang akan atau telah terampas selama mereka menjadi seorang istri dan pendamping. Namun bagi yang melangkah dengan ilmu dan dengan dasar beribadah dengan Allah, betapapun berat jalan ke depannya, hal itu akan dilalui dengan tenang dan ikhlas.

Pernahkah kita melihat seorang istri yang menyuguhkan wajah kurang sopan setelah mengetahui hal yang dilakukannya kurang mendapat penghargaan dari suami?. Ternyata disinilah cara cantik Allah dalam mengajarkan indahnya keikhlasan kepada para wanita. Keikhlasan dalam pengabdian. Dan hasil akhirnya tergantung para istri itu sendiri, tetap bersabar, ikhlas dan tawakkal, ataukah memilih jalan emosi dan perasaannya saja. Namun, satu hal yang pasti, Allah adalah yang maha membalas atas pilihan hidup yang kita jalankan.
Subhanallah, pernahkah kita berpikir betapa indah cara mendidik Allah yang tetuang dalam sebuah pengabdian kepada para suami kita?. Tidak bisa kita pungkiri bahwa para laki laki, adalah pemimpin para wanita. Namun, walaupun beliaunya adalah seorang pemimpin,  mereka tetaplah manusia biasa. Para suami  bukanlah seorang tanpa cela, adakalanya pula mereka berbuat kesalahan yang sama dengan yang dilakukan para istri. Bukankah tiada yang sempurna kecuali Allah subhana wata'ala. Jika sebuah kekurangan dalam diri suami tersebut disikapi dengan kehangatan sikap sebagai sebuah pengabdian sang istri, maka hal tersebut justru menjadikan Puncak dan sekaligus landasan bagi segala daya tarik seorang istri.
Ketika suami yang melihat ketekunan istrinya menjalankan ibadah dan mengikhlaskan segala cinta, aktifitas dan kerja-kerjanya semata untuk mengharapkan keridhoan Ilahi, tentu saja akan semakin menghangat hatinya, dan keinginan untuk menjadi lebih baik dalam segala halpun InsyaAllah akan semakin menguat. Dan, yang terindah dari semua itu, sang istri akan menggapai kemuliaan dirinya di hadapan Allah Penguasa Alam Semesta dan di hadapan segenap makhlukNya.

Ternyata memanglah benar, mengabdi bukan berarti membungkam kekuatan wanita. Lewat sikap ini, wanita menunjukkan bahwa dia bukan hanya mahluk yang memiliki kelembutan hati dan tutur serta sikap santun, akan kekuatan tersembunyi yang luar biasa.

Pahit getir kehidupan serta kepedihan seringkali dihadapi istri dalam mendampingi suami. Tidak jarang pula cobaan-cobaan tersebut terkadang serasa di luar batas kesanggupannya sebagai individu untuk menghadapinya, namun ketika pengabdian sudah terpatri dalam hati, maka siapapun akan terperangah, bagaimana mahluk yang kita pandang lemah lembut dan ringkih, wanita, bisa menghadapi semua itu.

Dalam pengabdian, juga terkandung makna menutupi aib dan atau kekurangan pasangan kita.Susah memang untuk tetap tersenyum menghadapi kenyataan yang mungkin bahkan jika kekurangan suami kita telah diketahui begitu banyak manusia di luar sana.
Memanglah tidak semudah mengatakan untuk selalu tersenyum sambil menceritakan kebaikan-kebaikan suami kita sedangkan disisi lain kitapun mengetahui segala keburukannya. Namun sekali lagi, jika hal tersebut disikapi dengan kehangatan sikap sebagai sebuah pengabdian sang istri, maka hal tersebut justru menjadikan Puncak dan sekaligus landasan bagi segala daya tarik seorang istri.
Bukan main ternyata akhlak yang dimiliki wanita yang benar-benar mengabdi pada suami mereka atas dasar beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala

Ikhwan sejati

About Me

Jangan pernah mengeluh atas apa2 yang diberikan Allah kepadamu kabarkan kepada Nya bahwa engkau ikhlas dan bersyukur atas segala keputusan Nya

Pencarian

Pelita Ilahi

Bentuk Pengabdian Manusia Kepada Allah Swt

Di dalam al-Qur’an, Allah Swt. memaktubkan bahwa tugas hidup manusia adalah beribadah kepada-Nya. “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzaariyat: 56). Lalu timbul pertanyaan, bagaimana sikap manusia terhadap bentuk pengabdian atau ibadah manusia kepada Allah Swt? Apakah cukup hanya dengan sekedar menjalankan ibadah-ibadah dianjurkan untuk dilakukan saja? Apakah cukup dengan menjadikan semua aktivitas yang dilakukan harus mengandung nilai ibadah kepada-Nya?

Bila dikaji di dalam al-Qur’an, seluruh pertanyaan tersebut telah dijelaskan Allah Swt. Ada tiga bentuk pengabdian manusia kepada Allah Swt. Pertama, Ketundukan hati kepada Allah Swt. Para ulama sepakat, bahwa yang dimaksud dengan ibadah adalah tunduk, patuh dan merendahkan diri di hadapan Allah Swt. Artinya, pengabdian manusia semata-mata kepada Allah Swt.

Apa pun yang dilakukan manusia mesti bersandarkan dan berorientasi kepada nilai ketundukan, kepatuhan dan sikap merendahkan diri di hadapan Allah Swt. Dan ibadah, bukanlah sekedar shalat, puasa, zakat dan haji saja. Tapi apa pun yang dilakukan manusia yang mengandung nilai baik bisa dijadikan ibadah kepada Allah Swt. Bagaimana caranya? Rasulullah Saw. telah mengajarkannya melalui sabdanya, “Setiap pekerjaan yang punya nilai tetapi pekerjaan tersebut tidak dimulai dengan Bismillahhirrahmanirrahim, maka pekerjaannya terputus.”

Maksud dari kata terputus, menurut Syeikh Mutawalli Sya’rawi di dalam tafsirnya, hilangnya keberkahan dan pahala dari Allah Swt. Pekerjaan yang dilakukan menjadi tidak sempurna. Orang yang memulai pekerjaannya dengan membaca basmalah, ia tidak hanya mendapatkan balasan materi dari yang dikerjakannya, tapi juga mendapatkan balasan pahala dari Allah Swt. Dan inilah yang membedakan pekerjaan orang Islam dengan orang kafir.

Banyak di antara pribadi muslim kurang menyadari betapa pentingnya mengawali pekerjaan-pekerjaan yang baik dengan membaca basmalah. Padahal, tidaklah perbuatan baik tersebut bisa dilakukan tanpa ada izin Allah Swt. Dengan membaca basmalah, pada dasarnya kita sedang menunjukkan kerendahan diri kita kepada Allah Swt. Hanya Allah yang memberi kekuatan sehingga kita bisa melakukan pekerjaan tersebut.

Kedua, Taat kepada Allah tanpa perasaan berat. Sudah lazim terdengar, ketika seseorang disuruh beribadah kepada Allah kerap menjawab belum mampu atau belum siap. Ibadah kepada Allah tidak ada yang mudah, termasuk mengawali basmalah di setiap melakukan pekerjaan yang baik. Karena yang namanya tunduk, patuh dan menunjukkan sikap rendah diri kepada Allah memang diiringi dengan aturan-aturan yang cukup berat. Shalat shubuh, misalnya. Shalat fardhu yang dilakukan di saat terbit fajar ini berat bagi orang yang tak ingat akan tugas utama hidupnya di dunia ini adalah beribadah kepada Allah Swt.

Bahkan di dalam al-Qur’an, Allah Swt. juga menggambarkan seperti apa orang yang taat, patuh dan memiliki ketundukan hati kepada Allah Swt. “Tidak! Barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, Maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. Al-Baqarah [2]: 112). Secara singkat, ketundukan hati kepada Allah Swt. membuat seorang muslim tidak merasa berat dalam menjalankan pengabdian, bahkan ia tidak akan bersedih hati bila hal-hal yang tidak menyenangkan menimpa dirinya.

Sungguh, posisi seorang muslim dalam pengabdiannya kepada Allah Swt. juga digambarkan di dalam Al-Qur’an, “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. An-Nisa: 65)

Artinya, seorang muslim tidak akan memiliki sedikit pun perasaan berat terhadap ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan-Nya. Malah, ia merasa mendapatkan kepuasan dari apa yang telah ditetapkan Allah. Pribadi inilah yang termasuk dalam sabda Rasulullah Saw. “Demi Allah Tuhan Ka’bah, sembahlah Allah sampai engkau benar-benar merasakan kepuasan. Jika tidak mampu, hendaklah dalam kondisi sabar saat menghadapi sesuatu yang tidak menyenangkan namun di dalamnya terdapat banyak kebaikan.

Ketiga, menyerahkan diri kepada Allah Swt. Ini adalah bentuk pengabdian manusia yang terakhir. Bentuk pengabdian yang memang menunjukkan bahwa seorang muslim adalah manusia, sehingga ia tidak bisa menentukan secara total apa yang diinginkannya. Ada Allah Swt, Tuhan yang mengatur dan menentukan apa yang pantas untuknya.

Setelah melakukan suatu amal atau pekerjaan, seorang muslim harus tawakkal atau menyerahkan diri kepada Allah Swt. Karena di sinilah nantinya, ia akan menjadi pribadi yang paham tentang siapa dirinya dam apa tujuan ia hidup di dunia ini. Karena tidaklah ada yang dilakukannya di dunia ini kecuali mencari keridhaan Allah Swt.

Inilah yang dijelaskan di dalam al-Qur’an dan juga menjadi bacaan setiap muslim di saat duduk antara dua sujud di setiap rakaat shalat, “Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam.” (Al-An’am: 162)

Karena itu, penting dipahami bahwa seluruh aktivitas yang dilakukan mesti bertujuan meraih keridhaan Allah. Tak ada yang bisa dilakukan di dunia tanpa mendapat izin dari Allah. Melakukan kebaikan pun pada dasarnya atas izin Allah Swt.


Related Posts :
al quran , allah , bentuk , hati , ibadah , izin , keridhaan , ketundukan , manusia , muslim , nilai , pahala , patuh , pekerjaan , pengabdian , pribadi , rahmat hidayat nasution , sabda , shalat , tuhan

0 komentar :

Poskan Komentar

Cari Blog Ini

Peranan Seorang Istri Dalam Islam


Peranan Seorang Istri Dalam Islam


Sebuah berita gembira datang dari sebuah hadits Rosul bahwa Rosulullah saw. Bersabda :
” Seluruh dunia ini adalah perhiasan dan perhiasan terbaik di dunia ini adalah wanita yang sholehah”.
Di dalam Islam, peranan seorang istri memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan berumah tangga dan peranannya yang sangat dibutuhkan menuntutnya untuk memilih kualitas yang baik sehingga bisa menjadi seorang istri yang baik. Pemahamannya, perkataaannya dan kecenderungannya, semua ditujukan untuk mencapai keridho’an Allah swt., Tuhan semesta Alam. Ketika seorang istri membahagiakan suaminya yang pada akhirnya, hal itu adalah untuk mendapatkan keridho’an dari Allah swt. sehingga dia (seorang istri) berkeinginan untuk mengupayakannya.
Kualitas seorang istri seharusnya memenuhi sebagaimana yang disenangi oleh pencipta-Nya yang tersurat dalam surat Al-Ahzab. Seorang wanita muslimah adalah seorang wanita yang benar (dalam aqidah), sederhana, sabar, setia, menjaga kehormatannya tatkala suami tidak ada di rumah, mempertaankan keutuhan (rumah tangga) dalam waktu susah dan senang serta mengajak untuk senantiasa ada dalam pujian Allah swt.
Ketika seorang wanita muslimah menikah (menjadi seorang istri) maka dia harus mengerti bahwa dia memiliki peranan yang khusus dan pertanggungjawaban dalam Islam kepada pencipta-Nya, Allah swt. menjadikan wanita berbeda dengan pria sebagaimana yang disebutkan dalam ayat Al-Qur’an:
” Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian yang lain. (karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu.” (QS. An Nisaa’ , 4:32).
Kita dapat melihat dari ayat ini bahwa Allah swt. membuat perbedaan yang jelas antara peranan laki-laki dan wanita dan tidak diperbolehkan bagi laki-laki atau wanita untuk menanyakan ketentuan peranan yang telah Allah berikan sebagaimana firman Allah:
“ Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rosul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.” (QS. Al Ahzab, 33:36)
Karenanya, seorang istri akan membenarkan Rosulullah dan akan membantu suaminya untuk menyesuaikan dengan prinsip-prinsip syari’ah (hukum Islam) dan memastikan suaminya untuk kembali melaksanakan kewajiban-kewajibannya, begitupun dengan kedudukan suami, dia juga harus memenuhi kewajiban terhadap istrinya.
Diantara hak-hak lainnya, seorang istri memiliki hak untuk Nafaqah (diberi nafkah) yang berupa makanan, pakaian dan tempat untuk berlindung yang didapatkan dari suaminya. Dia (suami) berkewajiban membelanjakan hartanya untuk itu walaupun jika istri memiliki harta sendiri untuk memenuhinya. Rosulullah saw. Bersabda :
” Istrimu memiliki hak atas kamu bahwa kamu mencukupi mereka dengan makanan, pakaian dan tempat berlindung dengan cara yang baik.” (HR. Muslim)
Ini adalah penting untuk dicatat bahwa ketika seorang istri menunaikan kewajiban terhadap suaminya, dia (istri) talah melakukan kepatuhan terhadap pencipta-Nya, karenanya dia (istri yang telah menunaikan kewajibannya) mendapatkan pahala dari Tuhan-Nya. Rosulullah saw. mencintai istri-istrinya karena kesholehan mereka.
Aisyah r.a. suatu kali meriwayatkan tentang kebaikan kualitas Zainab ra, istri ketujuh dari Rosulullah saw.,
”Zainab adalah seseorang yang kedudukannya hampir sama kedudukannya denganku dalam pandangan Rosulullah dan aku belum pernah melihat seorang wanita yang lebih terdepan kesholehannya daripada Zainab r.a., lebih dalam kebaikannya, lebih dalam kebenarannya, lebih dalam pertalian darahnya, lebih dalam kedermawanannya dan pengorbanannya dalam hidup serta mempunyai hati yang lebih lembut, itulah yang menyebabkan ia lebih dekat kepada Allah”.
Seperti kebesaran wanita-wanita muslimah yang telah dicontohkan kepada kita, patut kiranya bagi kita untuk mencontohnya dengan cara mempelajari kesuciannya, kekuatan dari karakternya, kebaikan imannya dan kebijaksanaan mereka. Usaha untuk mencontoh Ummul Mukminin yang telah dijanjikan surga (oleh Allah) dapat menunjuki kita kepada karunia surga.
Abu Nu’aim meriwayatkan bahwa Rosulullah saw. Bersabda :
“ Ketika seorang wanita menunaikan sholat 5 waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dan mematuhi suaminya, maka dia akan masuk surga dengan beberapa pintu yang dia inginkan”. (Al Bukhori, Al Muwatta’ dan Musnad Imam Ahmad).
wallahu a’lam bish showab..